Showing posts with label petualangan. Show all posts
Showing posts with label petualangan. Show all posts

Review: Johnny English Strikes Again (2018)


Info Film

Genre : Aksi, Komedi, Petualangan
Durasi : 100 Menit
Sensor Usia : 13 Tahun Ke Atas
Produser : Chris Clark, Tim Bevan, Eric Fellner, Rowan Atkinson
Sutradara : David Kerr
Penulis : William Davies
Pemeran : Rowan Atkinson, Ben Miller, Olga Kurylenko, Jake Lacy, Adam James, Emma Thompson
Tanggal Edar : Rabu, 26 September 2018
Warna : Warna



Trailer




Sinopsis

Film "Johnny English Strikes Again" mengisahkan tentang seorang agen Secret Service yang telah lama pensiun bernama Johnny English (diperankan oleh Rowan Atkinson). Namun, Johnny English terpaksa keluar dari masa pensiunnya sebagai agen karena adanya serangan cyber yang melanda Secret Service.

Serangan cyber ini membuat identitas semua agen aktif yang sedang menyamar, akhirnya ketahuan semua. Johnny English dipercaya oleh agensinya untuk mencari pelaku serangan cyber ini dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi akibat serangan ini.

Walaupun Johnny English menjadi agen yang harus mengungkap identitas pelaku tersebut. Namun, kemampuan Johnny English masih terbilang konvensional dan hanya memiliki sedikit kemampuan tentang teknologi modern. Johnny English harus bisa mengatasi tantangan teknologi modern ini agar misi yang dibebankan kepadanya ini sukses. Tentunya, cara yang digunakan oleh Johnny English terbilang konyol dan gila.



Kelebihan

Film "Johnny English Strikes Again" menyajikan kisah mata-mata dengan sentuhan komedi yang menyegarkan. Hal ini yang membuat film ini begitu dinanti, apalagi dengan adanya komedi klasik yang khas dalam film ini. Ditambah lagi, para pemeran dalam film ini yang mampu membawakan karakter penokohan dengan baik.

Penataan latar tempat maupun efek suara yang mengiringi film ini cukup bagus. Dimana, keduanya mampu menggambarkan secara detail tentang kondisi dan situasi yang terdapat dalam film ini. Hal ini ditunjang pula dengan visual film yang cukup bagus.



Kelemahan

Sebagai sebuah film, kisah yang diangkat dalam film ini sebenarnya terbilang sederhana dan tidak terlalu istimewa. Alur cerita dalam film ini pun terbilang ringan dan sangat mudah untuk ditebak.



Rating

Cerita: 6,5 | Penokohan: 8 | Visual: 7,5 | Sound Effect: 7 | Penyutradaraan: 7,5 | Nilai Akhir: 7,3/10



Rekomendasi

Film ini layak untuk ditonton oleh semua kalangan. Walaupun kisah yang disajikan tidaklah istimewa dan terlalu sederhana, tapi film ini menyajikan adegan komedi yang menyegarkan. Anda akan dibawa untuk tertawa bersama ketika melihat film ini.

Walaupun komedi yang disajikan terbilang klasik, namun film ini sukses menyajikan adegan komedi yang menyenangkan. Hal ini juga ditunjang dengan penampilan apik para pemeran. Tidak hanya itu, film ini juga menyajikan latar tempat dan efek suara yang cukup bagus. Dimana, keduanya mampu menggambarkan secara detail kondisi dalam film dengan baik.
Read More

Review: Alpha (2018)


Info Film

Genre : Petualangan, Drama, Aksi, Thriller
Durasi : 96 Menit
Sensor Usia : 13 Tahun Ke Atas
Produser : Albert Hughes, Andrew Rona
Sutradara : Albert Hughes
Penulis : Daniele Sebastian Wiedenhaupt
Pemeran : Kodi Smit-McPhee, Leonor Varela, Natassia Malthe, Johannes Haukur Johannesson, Jens Hulten, Marcin Kowalczyk, Priya Rajaratnam, Spencer Bogaert, Natasha Wilson, Mercedes de la Zerda
Tanggal Edar : Jumat, 21 September 2018
Warna : Warna



Trailer




Sinopsis

Film "Alpha" mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Keda (diperankan oleh Kodi Smit-McPhee) yang hidup pada zaman pra-sejarah (seringkali disebut zaman es terakhir) sekitar 20.000 tahun silam. Pada zaman itu, setiap orang berkumpul untuk membentuk suku, guna selamat dari ganas dan liarnya alam. Malangnya, Keda justru harus terpisah dari sukunya karena dia dikira mati. Akibatnya, sukunya tersebut meninggalkan dirinya sendirian.

Walaupun Keda ditinggalkan oleh sukunya, tapi dia tidak berputus asa. Di tengah cuaca ekstrim pada saat itu, Keda tetap berjuang mati-matian untuk menemukan jalan pulang kembali ke sukunya setelah dia gagal dalam ekspedisi berburu.

Dalam perjalanannya mencari jalan pulang, Keda tidak sendirian. Dia ditemani oleh seekor serigala yang juga ditinggalkan oleh gerombolannya karena terluka oleh Keda. Keda dan serigala itu harus bisa menghadapi keganasan alam dan bahaya yang datang silih berganti. Sebab mereka berdua harus bisa sampai kembali ke rumah sebelum musim dingin tiba.



Kelebihan

Film "Alpha" ini menampilkan kisah tentang persahabatan manusia dengan hewan yang menegangkan dan begitu menyentuh. Walaupun kisah tentang persahabatan manusia dengan hewan ini banyak diadopsi oleh film lain, namun film ini mampu menyajikan aksi petualangan manusia dengan hewan yang begitu ciamik. Walaupun jalan cerita yang disajikan cukup sederhana, namun hal inilah yang membuat film ini asyik untuk ditonton. Selain itu, jalan cerita film ini pun mudah dipahami oleh para penonton.

Hal yang unik dari film ini adalah latar waktu yang diambil. Dimana, film ini menampilkan kisah yang terjadi ketika zaman pra-sejarah saat zaman es terakhir. Walaupun mengambil latar waktu zaman pra-sejarah, namun sinematografi yang ditampilkan dalam film ini begitu mengagumkan. Dimana, beragam pemandangan di zaman pra-sejarah akan tersaji di depan mata anda. Tidak hanya itu, film ini juga dibalut dengan efek digital CGI yang cukup bagus.

Bahasa yang digunakan dalam film ini, terbilang otentik. Karena, film Alpha ini menggunakan bahasa Cro-Magnon bukan bahasa Inggris seperti layaknya yang banyak film lakukan. Keontentikan bahasa ini juga membuat suasana zaman pra-sejarah dalam film ini tergambar dengan jelas.

Penampilan para pemeran ini pun cukup bagus. Dimana, mereka mampu membawakan karakter penokohan dalam film dengan baik, hingga mampu menyentuh hati para penonton.



Kelemahan

Walaupun dari segi kisah film ini cukup menyentuh, namun klimaks yang ditampilkan terbilang kurang mendalam. Dimana, klimaks yang muncul dalam film ini terasa berjalan begitu cepat hingga menuju ke konklusi. Tidak hanya itu, kisah tentang petualangan bertahan hidup dalam film ini terkesan seakan-akan mengulang adegan-adegan yang ada.



Rating

Cerita: 7,5 | Penokohan: 8,5 | Visual: 8,5 | Sound Effect: 8 | Penyutradaraan: 8,5 | Nilai Akhir: 8,2/10



Rekomendasi

Film "Alpha" ini layak untuk ditonton oleh semua kalangan karena kisah yang disajikan pun cukup menyentuh. Tidak hanya itu saja, film ini pun menyajikan kisah petualangan bertahan hidup yang cukup bagus. Walaupun jalan ceritanya cukup sederhana, namun hal inilah yang membuat film ini asyik untuk ditonton.

Latar yang diambil dalam film ini berada di zaman pra-sejarah. Sinematografi dan efek CGI yang disajikan dalam film ini cukup ciamik. Dimana, anda bisa melihat pemandangan layaknya zaman pra-sejarah sesungguhnya.

Film ini juga menyajikan pesan yang sangat penting yaitu betapa indahnya persahabatan antara manusia dan hewan. Kisah ini cukup menyentuh hati juga. Hal ini yang membuat film ini patut untuk ditonton oleh anda, apalagi  bagi anda pecinta hewan.
Read More

Sinopsis: Smallfoot (2018)


Info Film

Genre : Animasi, Komedi, Petualangan, Fantasi
Durasi : 96 Menit
Sensor Usia : Semua Umur
Produser : Bonne Radford, Glenn Ficarra, John Requa
Sutradara : Karey Kirkpatrick
Penulis Naskah : Karey Kirkpatrick, Clare Sera
Penulis Cerita : Glenn Ficarra, John Requa, Karey Kirkpatrick
Pemeran : Channing Tatum, James Corden, Zendaya, Common, LeBron James, Gina Rodriguez, Danny DeVito, Yara Shahidi, Ely Henry, Jimmy Tatro
Tanggal Edar : Jumat, 28 September 2018
Warna : Warna



Trailer




Sinopsis

Film "Smallfoot" menceritakan tentang seorang yeti bernama Migo (diperankan oleh Channing Tatum). Migo merupakan satu-satunya yeti yang percaya bahwa manusia (smallfoot/kaki kecil) itu ada. Karena semua yeti lain di desanya hanya percaya bahwa manusia (smallfoot) itu cuman legenda.

Biasanya suku yeti menggunakan legenda smallfoot untuk menakut-nakuti yeti kecil. Dalam legenda itu, smallfoot diceritakan berkaki kecil, bergigi putih, dengan mata yang menyeramkan.

Suatu hari, Migo (Channing Tatum) bertemu dengan manusia (smallfoot), yang mengalami kecelakaan pesawat. Pesawat yang terbakar itu mengejar Migo. Hal ini membuat Migo serasa dikejar oleh monster. Manusia yang jatuh dari pesawat itu, kemudian saling bertemu dan sama-sama ketakutan. Lalu, manusia itu terlempar karena parasutnya mengembang dan pergi jauh menuruni gunung es.

Setelah pertemuan yang tidak sengaja ini, Migo kemudian berusaha untuk meyakinkan seluruh kaum yeti di desanya bahwa manusia itu ada. Namun, tidak ada satu pun yeti yang percaya pada cerita Migo karena mereka belum pernah melihat langsung manusia.

Tapi, ada satu perkumpulan rahasia bernama S.E.S., yang percaya tentang cerita Migo ini. Tujuan perkumpulan ini sebenarnya untuk membuktikan keberadaan Smallfoot. Untuk itu, mereka menyimpan berbagai barang temuan milik smallfoot, yang ditinggalkan.

Di lain tempat, Migo juga semakin bertekad untuk membuktikan bahwa manusia (smallfoot) itu ada. Hal ini yang mendorong Migo suatu hari untuk nekat melompat turun dari gunung es. Di bawah sana, dia tersesat ke sebuah bar di mana dia bertemu dengan manusia pendaki gunung.

Lantas, bagaimanakah kelanjutan kisah Migo dalam membuktikan keberadaan manusia (smallfoot)? Apakah Migo atau S.E.S. yang pertama kali membuktikan keberadaan smallfoot ke suku yeti yang lain? Apakah suku yeti lain akhirnya percaya bahwa manusia (smallfoot) itu benar-benar ada? Simak kelanjutan kisahnya dengan tonton langsung film "Smallfoot" pada 28 September 2018, hanya di bioskop terdekat kesayangan anda.
Read More

Sinopsis: Johnny English Strikes Again (2018)


Info Film

Genre : Aksi, Komedi, Petualangan
Durasi : 100 Menit
Sensor Usia : 13 Tahun Ke Atas
Produser : Chris Clark, Tim Bevan, Eric Fellner, Rowan Atkinson
Sutradara : David Kerr
Penulis : William Davies
Pemeran : Rowan Atkinson, Ben Miller, Olga Kurylenko, Jake Lacy, Adam James, Emma Thompson
Tanggal Edar : Rabu, 26 September 2018
Warna : Warna



Trailer




Sinopsis

Film "Johnny English Strikes Again" mengisahkan tentang seorang agen Secret Service yang telah lama pensiun bernama Johnny English (diperankan oleh Rowan Atkinson). Namun, Johnny English terpaksa keluar dari masa pensiunnya sebagai agen karena adanya serangan cyber yang melanda Secret Service.

Serangan cyber ini membuat identitas semua agen aktif yang sedang menyamar, akhirnya ketahuan semua. Johnny English dipercaya oleh agensinya untuk mencari pelaku serangan cyber ini dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi akibat serangan ini.

Walaupun Johnny English menjadi agen yang harus mengungkap identitas pelaku tersebut. Namun, kemampuan Johnny English masih terbilang konvensional dan hanya memiliki sedikit kemampuan tentang teknologi modern. Johnny English harus bisa mengatasi tantangan teknologi modern ini agar misi yang dibebankan kepadanya ini sukses. Tentunya, cara yang digunakan oleh Johnny English terbilang konyol dan gila.

Lantas, bagaimanakah caranya Johnny English mengatasi serangan cyber ini dengan berbekal metode konvensionalnya tersebut? Apakah Johnny English akhirnya bisa mengungkap dalang pelaku dari serangan cyber ini? Simak cerita lanjutannya dengan menonton langsung film "Johnny English Strikes Again" pada 26 September 2018 hanya di bioskop-bioskop kesayangan anda.
Read More

Review: The Humanity Bureau (2018)


Info Film

Genre : Aksi, Petualangan, Sci-Fi
Durasi : 94 Menit
Sensor Usia : 17 Tahun Ke Atas
Produser : Danielle Masters, Kevin DeWalt, Kelly-Rae Buchan
Sutradara : Rob W King
Penulis : Dave Schultz
Pemeran : Nicolas Cage, Sarah Lind, Hugh Dillon, Jakob Davies
Tanggal Edar : Jumat, 14 September 2018
Warna : Warna



Trailer




Sinopsis

Film "The Humanity Bureau" ini mengisahkan tentang kondisi tahun 2030 dimana Amerika mengalami kesulitan karena adanya perang, iklim, dan berbagai agenda politik yang merampok sumber daya alam Amerika. Alhasil, Amerika kemudian menjadi tempat yang paling tercemar sehingga benih sulit tumbuh. Hal ini membuat orang-orang yang hidup di sana, harus bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan.

Noah Kross (diperankan oleh Nicolas Cage) adalah salah satu agen biro kemanusiaan (Humanity Bureau), yang merupakan agensi pemerintah yang menentukan produktivitas seseorang. Laporan Kross ini menjadi faktor kunci untuk menentukan siapa yang dapat tinggal di Amerika dan siapa yang harus dideportasi ke New Eden. Tempat deportasi New Eden merupakan sebuah kamp konsentrasi untuk membuang orang-orang yang tidak produktif di Amerika.

Kross yang selalu handal dalam memberikan laporan, ternyata mengalami masalah ketika bertemu dengan seorang petani perempuan, bernama Rachel Weller (diperankan oleh Sarah Lind) dan putranya, Lucas Weller (diperankan oleh Jakob Davies) yang masih muda. Saat itu, entah apa yang terjadi Kross tiba-tiba menunda pengiriman laporan tersebut. Hal itu dilakukannya hanya untuk membiarkan Lucas tampil dalam pertunjukan musik di sekolah pada hari berikutnya.

Tindakan pembangkangan yang dilakukan Kross ini memunculkan masalah di agensi tempatnya bekerja. Hal ini membuat beragam perhatian dari pejabat atas agensi. Alhasil, Kross bersama dengan Rachel dan Lucas harus melarikan diri dengan melintasi padang pasir Nevada untuk menuju ke puncak gunung yang tertutup salju di Kanada.

Selama perjalanan, Kross akhirnya mengetahui bahwa ayah dari Lucas tersebut adalah dirinya. Walaupun rahasia ini disimpan Rachel dengan rapat-rapat. Sementara, ibu kandungnya telah lama mati sehingga tetangganya, Rachel yang kemudian membesarkan Lucas sejak kecil.

Perjalanan ke Kanada tersebut sebenarnya begitu berbahaya dan kemungkinan besar tidak akan ada apa-apa di Kanada, tapi hanya tanah kosong. Walau begitu, ketiganya tetap menuju ke sana.



Kelebihan

Film "The Humanity Bureau" sebenarnya menyajikan kisah yang unik. Dimana, latar cerita berkisah tentang setelah kejadian malapetaka ekonomi dunia dan perubahan iklim datanglah wabah kelaparan, migrasi besar-besaran dan perang saudara berkecamuk dimana-mana yang menyebabkan kerusakan infrastruktur total dan kerusuhan sosial. Tak hanya latar tempatnya, efek suara yang disajikan dalam film ini pun begitu pas.

Alur cerita yang disajikan ringan dan mudah dipahami penonton. Walau begitu, akhir cerita dari film ini tidak mudah ditebak. Hal ini yang membuat film ini begitu menarik, karena akhir cerita yang membuat penasaran. Para pemeran dalam film ini pun mampu memerankan karakternya masing-masing dengan baik.



Kelemahan

Tema yang diangkat dalan film ini sebenarnya tidak terlalu istimewa. Karena tema tentang penyelamatan bumi dan manusia di masa puluhan tahun mendatang, sebenarnya telah banyak diangkat dalam film-film lain.

Sebagai sebuah film dengan genre aksi, film ini terbilang terlalu ringan. Karena adegan aksi yang ditampilkan kurang begitu greget dan memukau.



Rating

Cerita: 7,5 | Penokohan: 8 | Visual: 8 | Sound Effect: 7,5 | Penyutradaraan: 7 | Nilai Akhir: 7,6/10



Rekomendasi

Film ini layak ditonton oleh semua kalangan masyarakat diatas usia 17 tahun. Walaupun ceritanya ringan dan kurangnya adegan aksi yang greget, namun film ini menyajikan visualisasi yang cukup baik.

Film ini layaknya paradoks atau sindiran kepada suatu badan pemerintahan bernama "The Humanity Bureau" atau "Biro Kemanusiaan". Suatu badan yang seharusnya membantu masyarakat menjadi manusia yang lebih baik, tapi justru malah menghabisi mereka dan memuaskan keinginan mereka sendiri dengan memberdayakan manusia yang produktif dan membunuh manusia yang tidak produktif.

Kisah sindiran ini ditunjang pula dengan latar tempat dan efek suara yang baik. Tak hanya itu, para pemeran pun juga mampu membawakan penampilan yang cukup memukau. Hal inilah yang membuat film ini patut untuk ditonton.
Read More

Review: The Predator (2018)


Info Film

Genre : Aksi, Petualangan, Sci-Fi, Horor
Durasi : 101 Menit
Sensor Usia : 17 Tahun Ke Atas
Produser : John Davis, Lawrence Gordon, Joel Silver
Sutradara : Shane Black
Penulis : Shane Black, Fred Dekker, Jim Thomas, John Thomas
Pemeran : Boyd Holbrook, Olivia Munn, Trevante Rhodes, Keegan-Michael Key
Tanggal Edar : Rabu, 12 September 2018
Warna : Warna



Trailer




Sinopsis

Film "The Predator" mengisahkan tentang seorang mantan pasukan khusus dan prajurit angkatan laut yang secara tidak sengaja mendapati keberadaraan predator. Orang tersebut adalah Quinn McKenna (diperankan oleh Boyd Holbrook). Ketika dia mencoba untuk memberi tahu penemuannya tersebut ke semua orang, tidak ada orang yang mau mempercayainya. Bahkan, seorang ilmuwan yang bernama Casey Bracket (diperankan oleh Olivia Munn) juga tidak mempercayai hal itu.

Hingga suatu hari, sesosok predator yang penah dilihat oleh Quinn ternyata benar-benar ada dan sekarang sedang memburu umat manusia. Kejadian ini kemudian membuat Nerbraska Williams (diperankan oleh Trevante Rhodes), Quinn McKenna dan teman-temannya yang lain kemudian memutuskan untuk membuat tim pasukan khusus.

Pada awalnya, kemunculan predator ini tidak mengganggu manusia. Bahkan, predator dan umat manusia sempat menjalin hubungan persahabatan. Hubungan inilah yang membuat banyak orang memanggil Predator sebagai Yautja.

Predator sendiri tidak seperti alien atau makhluk luar anggkasa lainnya. Sebab predator tidak memiliki keinginan untuk menguasai ataupun menghancurkan dunia. Namun, predator sendiri menganggap bahwa bumi sebagai tempat arena berburu. Predator sering menyebut buruannya dengan sebuatan Xenomorph.

Xenomorph sendiri merupakan sebagian kecil spesies makhluk luar angkasa yang memiliki sifat lincah dan cerdas. Tujuan utama Predator datang ke bumi pada awalnya hanya untuk memburu Xenomorph. Hal ini dilakukan agar setiap keturunan Predator ini memiliki keahlian dalam berburu.

Akan tetapi, sebagian Predator muda melakukan kesalahan dengan menjadikan para manusia juga sebagai buruannya selain Xenomorph. Para Predator muda beranggapan bahwa manusia memiliki ciri-ciri hampir sama dengan Xenomorph.

Dengan adanya serangan yang dilakukan oleh para Predator ini, membuat para manusia pun juga membalasnya. Disisi lain, para manusia juga harus berhadapan dengan Xenomorph.



Kelebihan

Film "The Predator" ini mampu menampilkan adegan pertarungan antara pemburu dan mangsa yang menarik. Setiap aksi dan adegan dalam film ini mampu menggambarkan keganasan khas predator. Adegan tentang alien yang telah berevolusi dengan kekuatan yang berlipat ganda dan ukuran raksasa, mampu menggambarkan situasi yang semakin menyeramkan dalam film ini. Tidak hanya itu, film ini pun juga menampilkan beberapa adegan komedi sehingga para penonton dijamin tidak merasa bosan selama menonton film ini.

Alur cerita dalam film ini pun terbilang ringan dan mudah dicerna oleh para penonton. Para pemeran dalam film ini mampu membawakan karakter-karakter penokohannya dengan baik. Mereka mampu menampilkan karakternya dengan penjiwaan yang total sehingga para penonton mampu memahami dengan detail setiap karakter dengan ciri khasnya.



Kelemahan

Dalam film "The Predator" ini, beberapa perpindahan adegan dari adegan satu ke adegan yang lain terkesan terlalu cepat. Hal ini tentu mengganggu penonton dalam menikmati film ini walaupun porsinya hanya sedikit. Tak hanya itu, terlalu banyaknya karakter dalam film ini terkesan membuat kekuatan inti cerita seperti berkurang. Walaupun para penonton sudah mengetahui sosok protagonis dan antagonis dalam film ini.



Rating

Cerita: 8 | Penokohan: 7,5 | Visual: 7,8 | Sound Effect: 7,5 | Penyutradaraan: 7,7 | Nilai Akhir: 7,7/10



Rekomendasi

Film ini patut ditonton oleh semua kalangan masyarakat di Indonesia. Apalagi bagi anda, para penonton yang menyukai film dengan suasana menengangkan. Hal itu bisa tergambar dari latar tempat maupun suara yang mendukung. Walaupun begitu, film ini juga menyajikan sedikit komedi yang mampu membuat para penonton tidak mudah bosan.

Alur cerita dalam film ini pun mudah untuk dicerna oleh para penonton. Tak hanya itu, para pemeran pun mampu membawakan karakter penokohan dengan sangat baik.

Saat menonton film ini, sebaiknya para penonton tidak mengajak anak-anak dibawah usia 17 tahun. Karena adegan yang disajikan dalam film ini tergolong adegan yang sadis dam brutal. Terlepas dari itu semua, film ini layak untuk ditonton oleh anda.
Read More

Sinopsis: Alpha (2018)


Info Film

Genre : Petualangan, Drama, Aksi, Thriller
Durasi : 96 Menit
Sensor Usia : 13 Tahun Ke Atas
Produser : Albert Hughes, Andrew Rona
Sutradara : Albert Hughes
Penulis : Daniele Sebastian Wiedenhaupt
Pemeran : Kodi Smit-McPhee, Leonor Varela, Natassia Malthe, Johannes Haukur Johannesson, Jens Hulten, Marcin Kowalczyk, Priya Rajaratnam, Spencer Bogaert, Natasha Wilson, Mercedes de la Zerda
Tanggal Edar : Jumat, 21 September 2018
Warna : Warna



Trailer




Sinopsis

Film "Alpha" mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Keda (diperankan oleh Kodi Smit-McPhee) yang hidup pada zaman pra-sejarah (seringkali disebut zaman es terakhir) sekitar 20.000 tahun silam. Pada zaman itu, setiap orang berkumpul untuk membentuk suku, guna selamat dari ganas dan liarnya alam. Malangnya, Keda justru harus terpisah dari sukunya karena dia dikira mati. Akibatnya, sukunya tersebut meninggalkan dirinya sendirian.

Walaupun Keda ditinggalkan oleh sukunya, tapi dia tidak berputus asa. Di tengah cuaca ekstrim pada saat itu, Keda tetap berjuang mati-matian untuk menemukan jalan pulang kembali ke sukunya setelah dia gagal dalam ekspedisi berburu.

Dalam perjalanannya mencari jalan pulang, Keda tidak sendirian. Dia ditemani oleh seekor serigala yang juga ditinggalkan oleh gerombolannya karena terluka oleh Keda. Keda dan serigala itu harus bisa menghadapi keganasan alam dan bahaya yang datang silih berganti. Sebab mereka berdua harus bisa sampai kembali ke rumah sebelum musim dingin tiba.

Lantas, bagaimanakah perjuangan Keda beserta serigalanya untuk menempuh jalan pulang? Apakah Keda akhirnya bisa kembali bersama sukunya? Simak kelanjutan kisahnya dengan menonton langsung film "Alpha" pada 21 September 2018 hanya di bioskop kesayangan anda.
Read More